Kawan-kawan tahanan tercinta,
Kami berikan sepucuk cinta kecil ini kepada kalian dengan hati yang lapang dan kukuh, dengan tekad berjuang yang akan tetap teguh. Seperti di awal, pada malam-malam singkat yang berlalu begitu cepat dengan disana-sini nya dipenuhi dengan, tanda bahwa babak perjuangan dimulai. Kini perjuangan itu memasuki babak lanjutannya, dengan kalian sebagai individu-individu dengan kualitas garda depan.
Kawan-kawan yang ditahan, juga yang sudah dibebaskan, kami akan terus mengingat dan mewarisi semangat kalian. Percayalah, bahwa kami tak akan meninggalkan kalian sendirian. 27 jam dalam pemeriksaan di Polresta Malang Kota telah kalian jalani dengan keberanian dan sikap yang tiada bandingnya. Sungguhlah, keberanian dan jiwa besar kawan-kawan bukanlah imitasi, melainkan satu hal yang sejati.
Ketahuilah bahwa keberanian yang kalian miliki tak akan mungkin pernah dimiliki orang-orang lain yang selalu bersembunyi sembari mengumpati para kombatan yang berjuang, sembari menyelinap masuk ke barisan dan berlagak jagoan. Dengan slogan dan jargon apapun yang mereka teriakkan, keberanian dan kebenaran yang kalian perjuangkan tak tertanding. Ombak zaman bersama kalian. Karang yang menghadang tentu dapat ditaklukkan—dan begitulah seharusnya nasib setiap pengkhianatan pada perjuangan: hancur lebur!
Ingatlah bahwa masih ada tahun-tahun penuh perjuangan di hadapan kita, bahkan ketika nanti semuanya telah bebas dan pengadilan membacakan putusan sidangnya, kita musti tetap bekerja untuk perjuangan—untuk keabadian. Hari ini dan kemarin, kita terus menempa diri menjadi teladan bagi sesama, untuk teguh pada keyakinan akan kebenaran, akan keadilan, dan persaudaraan. Sehingga, hari esok kita akan menjadi kawan-kawan yang sama dan semakin teguh akan kebenaran perjuangan kita dengan satu doa: Malangkucecwara.
Kawan-kawan, kalian telah berjuang dengan baik dan menjadi baik di antara yang terbaik. Dan kawan-kawan mengerti apa artinya ini: belajar dan sikap revolusioner. Dengan kata lain: tindak-tanduk yang baik, kesungguhan, cinta pada revolusi, persaudaraan, dan sebagainya—begitu kata Che. Dan itulah kawan-kawan semua, individu-individu terhormat dengan sikap yang teguh dan tindak-tanduk yang baik: wajah Arek Malang yang sejati.
Tunduk dan hormat kami pada pikiran, tindakan, ucapan, dan sikap seluruh kawan-kawan massa aksi yang ditahan, yang mengalami luka luar dan luka dalam, yang dengan keberanian telah menjalani malam panjangnya dengan api di sekujur badan. Kamu takkan pernah sendirian! Hati kami untuk kalian!
Tegaklah seperti di awal.
Duka kita hari ini, haruslah menjelma bara api lain hari!
–Aremania Korwil Bawah Tanah
